Dunia Krisis, Pilih Investasi Emas ~ Guide To Investasi Emas
Panduan Cermat Berinvestasi Emas
Posted by Unknown on 10:20 PM in , , | No comments
Krisis Yunani mulai mereda pasca negara itu memperoleh utang dari IMF dan Uni Eropa sebesar Rp 153 triliun. Meski risiko turun, tapi negara-negara masih waspada karena keputusan Parlemen Yunani menghemat anggaran dan menaikkan pajak sebagai syarat memperoleh pinjaman malah memicu chaos antara pemerintah dan warga.

Di saat krisis global menghantui, kemanakah alternatif  investasi yang tepat? Tentu saja investasi yang aman dan stabil, serta dapat diandalkan di masa krisis. Menurut Pengamat Ekonomi INDEF, Ahmad Erani Yustika Emas menjadi instrumen investasi paling aman, meski kurang liquid. Makanya Emas dari dulu disebut save heaven.

Menurut catatan, harga emas untuk pengiriman Agustus turun 1.502,80 dollar/troy ounce (Rp 435.000/gram) di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Emas telah naik 4,4% pada kuartal kedua.

Sementara, pada kuartal pertama naik 1,3%, didukung pemberontakan di Afrika Utara, Timur Tengah dan terbaru krisis utang Yunani. Emas menguat dalam dua sesi terakhir, karena komoditas secara umum terdorong harapan tinggi atas ekonomi global, setelah Yunani mengambil langkah-langkah menuju tahap lain dari bantuan keuangan dan menyetujui rencana penghematan.

Memang kecil kemungkinan bisa berdampak ke Indonesia, tapi harus waspada karena krisis Yunani bisa berimbas besar terhadap Amerika Serikat. Bila itu terjadi, maka investasi di mata uang asing (valuta asing/valas) kurang aman. Apalagi saat ini beberapa negara Eropa seperti Portugal sudah terkena imbasnya. Kaitannya terhadap nilai tukar valuta asing, kalau sampai berimbas ke Amerika dan Eropa, nilai tukar bisa terguncang, perdangangan dunia bisa turun drastis dan iklim pasar keuangan juga bisa terganggu. Dan yang lebih ditakutkan terjadinya gagal bayar utang di bank. Pasalnya kondisi tersebut nantinya akan membuat nilai tukar rupiah menguat sementara pinjaman valuta asing Indonesia sedang tinggi. Hal tersebut bisa menjadi kepanikan pasar global.

Selain waspada terhadap guncangan eksternal, Pemerintah harus waspada terhadap guncangan internal yang mungkin bisa berpengaruh juga sebagai imbas kegagalan produksi pangan indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

Investasi properti juga aman meski tidak liquid. Tiap tahun ada kenaikan harga sekitar 20% baik properti maupun tanah. Tapi kalau butuh uang cepat memang sulit. Investasi properti tidak terpengaruh inflasi dan krisis ekonomi negara lain. Bahaya baru mengancam jika daerah tersebut dilanda bencana alam.

0 comments:

Post a Comment

Search Our Site

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter